Bulan: Agustus 2011

Malam Ini

Malam ini terasa sunyi, hanya ada semilir angin yang mengalir. Tidak ada lagi tanda kehidupan hakiki, tidak ada lagi tanda keramaian para perantau yang selalu berkicau. Yang ada hanyalah, keramaian kosong. Tanpa makna. Malam ini makin larut. Bagimu sangat terasa lama sekali. Apabila kau hanya duduk berpangku dagu. Memikirkan masa lalu yang indah di bulan …

Jalan Tol

Aku dalam perenungan Aku menatapi seonggok tanah dan dedaunan parah Mereka menangis bagaikan terbawa angan Kemudian aku hanyalah manusia punya mata Aku hanya melihat mereka, Aku tak bisa berbuat apa-apa Aku dalam perenungan Ketika mobil berkecepatan tinggi tak mempedulikan pepohonan Ketika mobil itu pun menabrak dahan pohon yang lembut namun kuat Dan “maafkan aku mobil, …

Foto hasil Photoscape 3.5 on Tangkuban Parahu

Assalamu’alaikum kawan! Yay! Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan untuk memposting sesuatu diblog ini. Wah, kayaknya gak kerasa yaa.. usia Return to My Blogg sudah setahun lebih! Sampai sekarang masih aktif dan yaa-yaa, postingan akan semakin terasa berbeda dibanding yang dulu. Mungkin karena administratornya makin dewasa dan makin puyeng menghadapi kekompleksan masalah hidup remaja *cieee, bahasanya. …

Buka Puasa dan Cabe Rawit

Alhamdulillah, perut sudah kenyang dipenuhi oleh menu buka puasa yang dilahap haaapp bersama Dedek, opa dan omaku. Jadinya sih, malam ini belum ngerasa lapar. Maksudnya, lapar karena belum makan malam. Hehehe… Ada yang membuatku tergelitik saat berbuka puasa. Pertama, Dedek berinisiatif untuk membeli gorengan yang ada didepan Indomaret. Awalnya sih, inisiatif Dedek itu disetujui oma. …

Bulan

Bulan, kau cipta-Nya yang terindah namun aku bukanlah pemujamu aku tak berharap kau menjadi sembahanku aku pun tak ingin make a wish padamu, meskipun gadis dan bujang disana berdua menatapmu lalu mengharap lebih padamu Bulan, aku seonggok arwah yang diberi roh aku adalah jiwa yang akan mati ketika mendengar dentuman aku adalah ciptaan-Nya sepertimu, namun …

Jatuh Cinta dan Puisi 2 (Kini Sudah Tiada, M.A. Elwa)

Oke, penasaran kan sama puisi Mathori A. Elwa? Puisi “Kini Sudah Tiada” tersebut kuambil dari Buku Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi warna biru. Sayangnya, aku lupa halaman berapa puisi Mathori A. Elwa tersebut. Namun, dibuku tersebut sudah dicantumkan lengkap bersama sumber puisinya. Semoga, dengan puisi ini, mbak/mas bisa jatuh cinta di bulan Ramadhan sekaligus jatuh …