Kalau sepasang burung saja bisa bercinta dan putus hubungan, lalu bagaimana dengan manusia?
Momen ini saya potret ketika ibu pernah memelihara burung dan kelinci di rumah ketika saya masih SMA. Di kandang bagian atap, ibu menempatkan 4 ekor burung. Sementara di kandang bagian bawah adalah tempat kelinci.
Petualangan observasi tingkah laku hewan pun dimulai. Pertama-taman, saya mengamati tingkah-tingkah kelinci yang, ehm, sedikit hiperaktif. Kalau dilepas dari kandang, kemungkinan kabur dari halaman rumah sangat besar.
Kemudian, saya mengamati 4 ekor burung seperti yang ada di foto tersebut. Awalnya, jumlah burung ini sekitar 6 atau 8 ekor. Lalu, seiring dengan seleksi alam, burung ini malah berkurang satu persatu hingga tersisa 4 ekor. Empat ekor burung inilah yang sangat unik diamati. Karena tingkah mereka yang hampir sama dengan manusia, yaitu memiliki ekspresi dan emosi.
Jadilah foto di atas. Empat burung ini sedang bermain dengan rekannya. Tak sengaja, saya mengamati tingkah mereka yang berharga dengan hikmah yang hakiki.
Foto ini tampil di:
Tertarik dengan foto ini? Sertakan creator credits sebagai dukungan dalam pengembangan karya ya! Terima kasih 🙂

7 Comments

  1. Apa bunda suka hewan ya? Saya juga suka mengamati hewan diam-diam seperti kucing kalau sedang bertengkar membuat saya berpikir apa yang mrmbuat mereka bertengkar dan ekspresi kucing seperti apa itu artinya apa? Heheh. Ga penting ya. Tapi seneng aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *