Waktu luang dalam rutinitas sehari-hari sangat diperlukan. Dari hari Senin sampai Jum’at, rasanya padat dan nggak berhenti. Nah, perlu banget nih untuk menghadirkan waktu luang untuk hindari stres.

Dari Senin sampai Jum’at, pasti kerjaan menumpuk, tugas nggak berhenti, deadline sampai laper, sampai rela nggak tidur untuk menyelesaikan itu semua. Akhirnya, stres kambuh dan membuat mood semakin buruk. Menjadi cepat marah, bete, ngeluh, bahkan klakson kendaraan pribadi dibunyikan sekencang-kencangnya sebagai wadah pelampiasan.

Wah, nggak gitu juga sih.  

Baca juga: Tips Sehat ala Anak SMA

Di satu sisi, memang enak sih memiliki waktu luang. Bisa bersantai, merenung, bermain, atau melakukan hal-hal relaks tanpa keberatan tiap hari. Tapi tetep aja, perlu jeda di antara kegiatan-kegiatan itu. Meskipun mereka akan selalu membentuk sebuah rutinitas, suatu saat mereka akan menjadi surprise di tengah kejenuhan.  

Untuk yang sibuk banget setiap hari, kalo ada libur mendadak pasti rasanya seneng banget. Sebaliknya, kalau yang santai banget, sampai nyantainya itu bikin mager, kalo ada kerjaan mendadak datang pasti seneng banget (you know what I mean). Surpise inilah yang membuat orang berbeda-beda meresponnya.

Foto dari Pixabay

Salah satu yang membuat bahagia bagi saya, pembaca seumuran saya, mahasiswa, atau pelajar penjuru negeri ini adala libur nggak sengaja. Misalnya, dosen pergi ke suatu tempat, entah ada acara, atau bimbingan sama profesor, atau keluarga beliau sedang sakit.

Misalnya lagi nih, guru ada rapat mendadak dengan kepala sekolah. Woah, pasti seneng banget.  

Tapi, yang libur-libur mendadak ini bakal bikin bosen. Satu hal lagi, kadang-kadang suka mempertanyakan kehadiran mereka di sekolah atau kampus.  

“Ngapain ke sekolah kalo ga ada pelajaran?”

“Kan ada rapat?”

“Ya nongkrong dong. Curhat kek, tanding futsal, atau apa gitu.”  

Atau…  

“Eh ga ada dosen! Kelas diliburin!”

“Ah masa?”

“Serius” jeda seseorang. “Tapi dikasih tugas. Dikumpulin via e-mail. Satu minggu lagi presentasi plus tes.” “Gila helow. Mati aja di kelas. Ga usah masuk deh. Eh absen masih banyak banget. Eh pas gue liat SAP*, syarat ikut UAS itu harus hadir 80% di kelas.”

Ya beda dong kalo libur mendadak di sekolah dengan kuliah :3  

Waktu luang yang dewa dan mukjizat dari surga ini, kelak akan berbuah petaka. Waktu kosong ini dipake libur. Enak sih, bisa nunda tugas untuk mengerjakan hal-hal di luar yang kita wajib kerjakan. Entah itu menyelesaikan episode curhat, rapat-rapat, mengurus startup, dan sebagainya.  

Di sekolah, belajar mandiri adalah kesadaran tidak sadar yang dilakukan bersama. Diajak dulu, baru belajar mandiri. Tapi kalo di kuliah, belajar mandiri (sebenernya sih sama temen kelompok belajarnya) ini, merupakan tantangan besar dalam memahami sesuatu.

Kalo misalnya satu kelompok belajar nggak paham, bisa repot dan bubar. Minimal sotoy dikit yang disertai riset yang dipercaya. Salah di kelas, bisa dipandu. Tetap butuh dosen atau guru, sekaligus menambah kei

Meskipun beberapa guru dan mayoritas dosen menekankan untuk belajar dan cari tahu sendiri, diskusi hidup di kelas tetap dibutuhkan untuk meluruskan pemahaman sementara. Tanpa mereka, waktu senggang di sekolah atau kampus akan meledak menjadi deadline atau…. tugas mengumpulkan topik skripsi (no!).  

Dengan menggunakan waktu senggang / luang / kosong, dipastikan rasa bosan akan menghilang sedikit demi sedikit. Asal, dilakukan dengan rasa nikmat mendapatkan pendidikan yang tidak dapat didustakan. Tetap semangat!

***

Kiat mengisi waktu luang untuk hindari stres. Silakan mencoba.  

  • Menyicil tugas untuk menghindari deadline.
  • Membaca buku untuk merelaksasi pikiran.
  • Berolahraga ringan selama 5, 10, atau 15 menit.
  • Jogging di sore hari. Tidak perlu lama-lama agar badan tidak kaget karena jarang berolahraga.
  • Tidur sejenak. Bisa dengan mode power nap atau tidur beberapa menit untuk memulihkan kesegaran tubuh.
  • Melihat tanaman berdaun hijau untuk mengurangi ketegangan otot mata.
  • Mencari kesempatan dengan berselancar di internet. Misalnya info lomba startup, membuat website, belajar hal baru di kursus online, dan sebagainya.  

Tentu ada banyak kiat-kita mengisi waktu luang, baik di waktu sibuk maupun waktu mager. Karena dengan memanfaatkan waktu, kegiatan sehari penuh yang dilakukan akan terasa bermanfaat bagi diri sendiri.    

Catatan:

  • SAP adalah Satuan Acara Perkuliahan. Bisa disebut silabus perkuliahan.
  • Dalam SAP, biasanya tertera deskripsi mata kuliah yang disertai dengan aturan perkuliahan. Misalnya, syarat mengikuti UAS adalah mengikuti perkuliahan dengan maksimal absen tiga kali. 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *