Nadia K. Putri

Karena semua cerita punya hatinya. Cerita soal di balik layar

Asap erupsi Gunung Bromo dari Puncak P30 Lumajang, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18/1/2016). (Foto: Nadia K. Putri)

P30 Lumajang dan Bromo 4 Tahun Lalu, Ada Apa?

BTS
travel

Liburan kuliah semester genap waktu itu tidak ada ekspektasi. Kecuali, ayah mengajak saya menyaksikan pemandangan di P30 Lumajang, Jawa Timur. Tebak, yang terjadi saat itu baru disadari empat tahun kemudian.

Sekilas tentang P30 Lumajang, Jawa Timur

Di Jawa Timur, ada daerah yang terkenal dengan julukan “negeri di atas awan” di Kabupaten Lumajang, yakni Puncak P30 Lumajang. Puncak P30 ini berada di area Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Ketinggiannya sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Letaknya yang lebih tinggi dari Gunung Bromo, membuat kita sebagai pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Bromo, Gunung Ijen, Gunung Argopuro dan hamparan pasir “Segoro Pasir”. Bahkan, saya juga bisa melihat Gunung Semeru dari kejauhan.

Di bawah Puncak P30 Lumajang, ada lagi namanya B29. Masih dalam satu area, yakni Senduro. Tepatnya di Desa Argosari. Ketinggiannya sekitar 2.900 Mdpl dan masih menjadi bagian dari Gunung Bromo.

Masuk ke pintu gerbang selamat datang, udara dingin begitu menusuk meski saya masih kantuk berat. Pas mengucek-ngucek mata, sekilas terlihat kumpulan rasi bintang. Jelas sekali. Belum pernah lihat bintang-bintang secerah itu. Padahal masih jam 3 pagi.

Di sinilah saya naik ojek “trail” dan melewati jalan paving block.

Jalur menuju Puncak P30, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18 Januari 2020). Jalur ini diakses kendaraan bermotor dengan kondisi jalan paving block. Saya potret ini setelah turun dari P30. (Foto: Nadia K. Putri)
Jalur menuju Puncak P30, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18 Januari 2020). Jalur ini diakses kendaraan bermotor dengan kondisi jalan paving block. Saya potret ini setelah turun dari P30. (Foto: Nadia K. Putri)

Lewati tanjakan hampir 45 derajat ke P30 Lumajang

Pengendara ojek di P30 Lumajang terbiasa melewati tanjakan-tanjakan hampir 45 derajat. Medannya terjal, ruas jalannya berbatu dan hanya sebagian besar yang diberi paving block. Di pinggirnya tidak ada pembatas jalan. Mantap! Ketika motor menanjak, tiba-tiba ada turunan tajam. Kalau bapak ojeknya mengerem, saya juga ikut-ikutan.

Saat dibonceng, rasanya badan agak sulit menjaga keseimbangan. Ditambah lagi bawa ransel. Takut-takut terjerembap ke belakang. Rasanya pegang handle belakang motor tidak cukup deh.

Layaknya pembalap motor cross, ojek melaju kencang. Kondisi jalan dengan cahaya minim terus diterabas. Sementara saya takut-takut, tapi tidak bisa tutup mata.

Jarak tempuh 15 menit dari B29

Ojek yang saya tumpangi sempat mampir di B29. Namun, ayah justru memberi aba-aba agar lanjut ke Puncak P30.

Usai 15 menit menanjak, sampailah di P30. Waktu itu, matahari pagi belum terlalu kelihatan. Namun awan-awan kumulonimbus mulai tercerai-berai.

Dari jauh, Gunung Bromo mengeluarkan asap dari puncaknya. Awalnya sih tidak tahu ya apa yang terjadi. Yang jelas, cuaca cukup cerah, dan anginnya tidak kencang.

Asap erupsi Gunung Bromo dari Puncak P30 Lumajang, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18/1/2016). (Foto: Nadia K. Putri)
Asap erupsi Gunung Bromo dari Puncak P30 Lumajang, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18/1/2016). (Foto: Nadia K. Putri)

Ternyata ada erupsi di Gunung Bromo

Empat tahun setelah mengunjungi P30 Lumajang, saya kaget (2020 baru kaget gaes). Setelah riset kecil-kecilan, ternyata Puncak P30 pernah erupsi di tahun 2016. Asap yang keluar dari Gunung Bromo dan membentuk semacam cendawan itulah hasilnya.

Ayah saya sempat cerita, ketika adik mengunjungi P30 beberapa minggu berikutnya, suasana di sana berbeda. Anginnya kencang dan sempat hujan abu. Parahnya, sebagian besar pengunjung tidak mengenakan masker. Bahkan santai saja berfoto-foto dengan latar belakang abu erupsi dan pemandangan sekitarnya.

Ada empat titik untuk menyaksikan Gunung Bromo

Menurut situs Okezone News, ada empat titik yang berada di zona aman dampak erupsi Gunung Bromo.

  • Puncak Penanjakan, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, Dingklik di Kabupaten Pasuruan,
  • Bukit Seruni Poin, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo,
  • Njemplang, Ngadas di Kabupaten Malang,
  • Puncak P30 dan B29 di Kabupaten Lumajang.

Oh iya, saya sempat menyaksikan kepulan asap putih. Begitu matahari terbit, berubah menjadi oranye hingga cokelat kehitaman. Buat saya, itu menarik walau tidak tahu kalau gunung sedang erupsi. Meski begitu, saya sempat khawatir kalau asapnya tertiup angin ke P30.

Tidak lama kok di sana

Mungkin karena ayah tahu, kalau waktu terbaik berkunjung ke Puncak 30 Lumajang adalah sebelum matahari terbit. Mulai dari subuh sudah harus stand by di sana. Lagi pula jika datang agak siang, langitnya tidak begitu cerah dan berkabut. Jadinya, kami tidak lama di sana.

Oh iya, saya tidak sengaja ketemu satu berita. Di hari yang sama saat berkunjung, ternyata ada sepasang calon pengantin yang melakukan sesi pemotretan pre-wedding. Latarnya Gunung Bromo yang lagi erupsi. Lokasinya mungkin bukan di P30 sih. Coba deh akses di Warta Bromo.

Penampakan Gunung Semeru dari gerbang masuk B29, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18/1/2016). (Foto: Nadia K. Putri)
Penampakan Gunung Semeru dari gerbang masuk B29, Argosari, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (18/1/2016). (Foto: Nadia K. Putri)

Bromo sudah erupsi, kini giliran Semeru

Satu gunung yang masih bikin saya penasaran, Semeru. Sempat terekam di kamera di tahun 2016, gunung ini tenang sekali dari jauh. Justru di tahun 2020 ini, Gunung Semeru berstatus waspada.

Mulai dari meluncurkan awan panas, letusan-letusan kecil, hingga muntahan lava pijar. Mungkin ini saatnya Gunung Semeru bangun dari tidur panjang.

Semoga aman-aman ya teman-teman yang dekat lokasinya dengan Gunung Semeru.

Sumber:

8 Comments on “P30 Lumajang dan Bromo 4 Tahun Lalu, Ada Apa?”

  1. Halo, mbak Nad, salam kenal! 🙂

    Waaa keren ya! Diajak lama orang tua untuk melihat gunung Bromo erupsi. Pasti menjadi pengalaman yang ngga bisa dilupain itu. Menarik banget cerita dan potret indah gunung Bromo.. bisa aku buat referensiku besök sewaktu berkunjung ke Malang.

    Sedih karena covid-19 ini aku jadi postpone untuk berpergian ke Malang. Padahal sudah kebelet banget pengen liat mencari sunrise dan melihat bintang-bintangnya disana.. Bucketlist banget itu
    Aniwaii, terima kasih mbak Nadia sudah berbagi informasinya! <3

    • Halo mbak Aqmarina, salam kenal juga yaa!

      Semoga ada kesempatan ke Malang dan Bromo yah kak. Sama-sama ya kak 🙂

    • Iyaa, kebetulan pemandangannya lagi bagus. Cuma ya agak ngeri-ngeri sedap sih kak. Semoga kesampaian yaa ke Bromo-nya kak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *