Nadia K. Putri

Karena semua cerita punya hatinya. Cerita soal di balik layar, fotografi dan gaya hidup.

Servis hard disk laptop saat skripsian, berhasil nggak? - nadiakhadijah.com

Servis Hard Disk Laptop saat Skripsian, Berhasil Nggak?

ulasan

Masa skripsian seharusnya khusyuk. Mulai dari pengumpulan data, pengerjaan, dan backup. Sayangnya, laptop malah terbentur dan hard disk rusak. Panik? Jelas! Saya langsung cari servis hard disk laptop untuk memulihkan data. Mungkin nggak sih?

Waktu itu, saya berangkat kuliah dengan KRL seperti biasa. Saat itu ada kelas pagi, tetapi sekalian ke perpustakaan untuk mencicil skripsi. Oh iya fyi, skripsi yang ditulis ini sebenarnya jurnal. Jurnal itu tugas akhir mirip skripsi, tapi tanpa sidang dan berisi 15-20 halaman.

Lanjut! Berangkat dengan KRL itu kan mesti sesegera mungkin supaya bisa masuk gerbong. Syukur-syukur dapat bagasi atas untuk menaruh tas. Kebetulan, saat itu saya taruh tas laptop dan ups, nggak sengaja terbentur agak keras.

Waduh sampai bunyinya kedengaran keras. Sepertinya kena di bawah laptop deh. Saya nggak tahu kalau bagian bawah laptop ada hard disk internal.

Sampai kampus, ya sudah tuh masuk kelas dulu. Selesainya, inginnya langsung cabut ke perpustakaan. Tetapi malah diminta mengirim dokumen. Pas saya hidupkan, malah muncul layar hitam.

Saya tunggu 5-10 menit. Tiba-tiba muncul blue screen. Langsung auto panik! Ada data jurnal di situ! Astaga, keringat dingin, lapar pula, jurnalnya masih jauh dari 15 halaman. Gila nggak sih kalau hilang dan menulis ulang dari awal….

Akhirnya saya putuskan pulang ke Bekasi dan mampir ke layanan servis ASUS di Ruko Suncity Square. Setelah bertemu CS, disarankan backup data dulu. Nah, bagaimana mau backup kalau laptopnya blue screen dan nggak hidup-hidup? Ini yang saya lakukan.

1. Cari info jasa recovery data

Saya baru tahu ada istilah jasa recovery data setelah tanya-tanya ke salah satu toko servis hard disk laptop di mal Bekasi Cyber Park. Bapak yang jaga toko itu sebenarnya bisa recovery data. Tapi karena hard disk ini termasuk hard disk internal, akhirnya disarankan servis ke daerah Mangga Dua atau Harco Glodok.

Karena sudah sore, toko-toko di Mangga Dua juga bakalan tutup. Naik KRL jam 3, mana keburu? Akhirnya terpaksa googling, siapa tahu ketemu.

Dan akhirnya ada tuh jasa recovery data Jakarta. Saya ketemu Lumina Data, Bengkel Harddisk, Dokter Harddisk, Disk Recovery GURUHDD, dan Indodata Recovery.

2. Baca ulasan pengguna

Ulasan pengguna atau review bermanfaat banget saat itu. Nggak tahu juga kan bagaimana kualitas servis hard disk laptop dan kemampuan mengembalikan datanya. Apalagi saya awam soal begituan. Ulasan pengguna yang saya pertimbangkan seperti:

  • Kecepatan respons penyedia jasa ke konsumen. Slow respons enggak kalau di-chat? Ngilang dan mencuri data pribadi nggak?
  • Kemudahan akses lokasi dengan transportasi umum. Saya nemu Bengkel Harddisk lantaran dekat dengan MRT Fatmawati dan Indodata Recovery yang dekat dengan MRT Senayan.
  • Alamat toko lengkap dan mudah dilacak di Google Maps. Dua yang saya sebutkan mudah ditemukan. Tapi salah satunya, mendapatkan ulasan negatif. Jadinya saya pilih satunya lagi karena informasi pendukungnya jelas dan lengkap.
  • Harga, ini pertimbangan besar karena masih mahasiswa. Biaya servis hard disk, apalagi hard disk laptop bisa mencapai Rp 500 ribu – Rp 4 juta ☹ Tergantung kerusakan dan jenis hard disk.

3. Menyiapkan biaya servis hard disk laptop

Jelas terpukul ketika tahu biaya servis hard disk laptop segitu mahalnya. Terpaksa ambil tabungan. Nah, jadi paham betapa pentingnya dana darurat. Karena laptop rusak dan hard disk butuh dipulihkan.

Ternyata benar ya anjuran menyediakan dana darurat. Untuk single 3x gaji, itu pun tergantung kondisi. Kalau benar-benar parah seperti ini, bisa sampai 5-10x lipat.

4. Pergi ke tempat servis hard disk laptop

Pertimbangan saat itu ingin cepat selesai. Karena progres jurnal harus jalan terus kan? Mau tidak mau, saya cari cara cepat dan praktis. Saya jatuhkan pilihan ke Bengkel Harddisk karena lokasinya mudah dilacak di Google Street View. Sedangkan Indodata, kudu masuk mal Ratu Plaza dulu baru ketemu.

Lokasinya persis dekat BPK Tondongta, kantor pajak, Alfamart dan JNE. Cukup “terpercaya” karena terletak di kawasan perkantoran. Dekat Stasiun MRT Fatmawati, sekitar 10-15 menit sampai dengan ojek online.

Kesan pertama masuk tokonya, agak sepi. Mungkin karena baru sampai jam 5 sore. Tokonya juga tutup di jam itu. Mau pulang juga nanggung. Untungnya, ada resepsionis datang dan memberi formulir antrean servis hard disk laptop.

5. Menunggu kabar

Durasi pengerjaan recovery hard disk dilakukan selama 7 hari. Resepsionisnya juga memberikan kontak nomor Whatsapp  teknisi supaya bisa langsung chat. Kalau nggak salah pakai DP dulu, tapi lupa berapa.

Nah, selama 7 hari itu saya menunggu kabar dari teknisinya. Sekitar hari ketiga, teknisi mengabari kalau hard disk laptop saya kena bad sector. Jadi banyak data nggak terbaca. Saya jelaskan juga kalau pernah terbentur bagasi atas KRL. Dan.. ternyata itu berpengaruh sekali.

Hard disk laptop yang kena bad sector biasanya bisa dipulihkan sekitar 14 hari lebih, tapi untuk ukuran 1 TB. Teknisinya rutin mengirim progres kerja lewat Whatsapp tiap minggu. Kadang saya juga banyak bertanya soal masalah bad sector ini, seperti potensi data pulih (recover). Sayangnya, hanya 90% yang bisa kembali.

6. Tetap mengerjakan jurnal

Iya, ini opsi yang paling bisa dilakukan. Tetap mengerjakan jurnal dan bekerja. Soal potensi pulih juga kurang 100%. Data kembali 90% saja sudah alhamdulillah. Mungkin karena banyak data kuliah dan portofolio. Kayak sayang begitu lho kalau hilang blas.

Terus mengerjakan jurnal supaya diwisuda, mungkin ini 6 Ekspresi Kamu Sebelum dan Sesudah Wisuda.

7. Berapa biayanya?

Biaya servis hard disk laptop kena Rp 4 juta untuk ukuran 1 TB. Hari ke 21 kalau nggak salah, saya ke toko Bengkel Harddisk lagi untuk menjemput dan melunasi biayanya.

Sebenarnya bisa diantar pakai Gojek atau Grab, tetapi takut terbentur lagi. Seram ah haha. Nanti terulang lagi.

Laptop terbentur? Ini yang harus kamu lakukan untuk cari jasa servis hardisk laptop - nadiakhadijah.com.
Laptop terbentur? Ini yang 5 hal yang harus kamu lakukan untuk cari jasa servis hard disk laptop – nadiakhadijah.com.

8. Worth it nggak sih?

Untuk ukuran hard disk laptop internal 1 TB, layak dan worth it. Data saya kembali sekitar 95%. Meskipun ada beberapa folder foto yang isinya ngaco. Beberapa data PPT, teks, video, dan suara nggak bisa dibuka. Mungkin karena sudah parah sekali.

Oh iya, teknisinya juga membuat folder khusus untuk membedakan data asli dan dipulihkan. Urutan folder persis seperti di laptop saya. Artinya, teknisi menyesuaikan urutan folder seperti aslinya.

Gara-gara ini, saya jadi rajin backup data secara cloud. Akan lebih baik kalau mulai rapi-rapi folder di laptop dan hard disk kita untuk jaga-jaga dari kerusakan dan bad sector. Kalau bisa detail dan mudah diingat.

Data jurnalnya? Aman bosque! Saya tinggal melanjutkan halaman berikutnya sampai di-acc pembimbing. Terima kasih Bengkel Harddisk!

**

Kredit pada:

Icons made by Freepik from www.flaticon.com

Photos by Pixabay from Pexels.com

1 Comments on “Servis Hard Disk Laptop saat Skripsian, Berhasil Nggak?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *