Menulis buku diary susah-susah gampang. Loh kenapa? Bukannya menulis diary tampak mudah? Bagaimana tipsnya? Inilah 6 tips menulis diary atau buku harian.

Menulis buku harian pada dasarnya menulis segala aktivitas, perasaan, dan kejadian yang kita lihat hari ini. Sebagian besar orang-orang menuliskan perasaan dan kejadian dalam buku harian untuk mengingat momen yang pernah dialami. Dalam buku diary, banyak tumpahan perasaan dan kata-kata, kadang juga bekas tetesan air mata yang mengering. Loh loh, hehe.

Lalu, bagaimana menulis buku harian yang mudah?

1. Beli buku harian

Tips menulis diary yang pertama adalah, yang pasti beli buku harian dulu dong. Boleh dari buku catatan, kumpulan kertas binder, buku catatan kecil, atau media menulis apapun yang tidak bisa dijangkau oleh orang lain.

2. Catat!

Menulis diary bisa dimulai dengan mencatat. Apapun. Bisa perasaan, kejadian, pandangan hidup, pendapat, kritik, dan sebagainya. Bebas. Ini berguna untuk melatih kepekaan kamu di lingkungan sekitar. Juga, melatih menulis dengan berbahasa yang baik dan benar. Tapi, perlahan-lahan loh.

3. Buku harian mobile

Bukan berarti buku harian ditulis di gadget atau smartphone kamu ya. Maksudnya, bawa buku harian yang kecil atau mudah dibawa tadi kemanapun. Selipkan dalam saku kemeja, kantung celana, maupun ranselmu. Bisa juga loh ditulis dalam gadget atau smartphone. Tetapi, bukankah lebih menyenangkan menyeimbangkan otak dan tangan agar lebih sehat tanpa radiasi?

4. Baca buku

Baca buku berguna untuk menambah perbendaharaan kata. Misalnya, ketika kamu stuck atau kehilangan ide menulis. Kamu tidak perlu panik menggunakan kata apa yang paling bisa mewakili isi hatimu. Tidak perlu membolak-balik kamus besar bahasa, kalau kamu sering membaca buku apapun.

Buku apa yang bisa mendukung kamu lancar menulis diary? Apa saja. Asalkan emosi kamu tersampaikan dalam tulisan.

5. Tetap menulis!

Tips menulis diary yang mungkin sering terlupakan adalah tetap menulis. Iya, itulah satu-satunya cara menulis diary yang ampuh.

Karena itu, menulislah selalu! Meskipun kamu sibuk, tetapi menulis buku harian dalam 100, 200, atau berapa kata pun akan membuatmu terbiasa menulis efektif. Apalagi kalau menggunakan bahasa kritis. Nantinya, akan berefek pada menulis esai.

6. Semangat!

Tetap semangat menulis buku diary ya! Menulis banyak manfaatnya loh!

Kalau kamu sedang buntu menulis, cobalah rehat sejenak, atau melakukan aktivitas lain. Baca juga: 4 Cara Mengatasi Buntu Menulis.

Oh iya, ada banyak cerita unik lho kalau kamu bertemu dengan sesama penulis buku diary. Misalnya seperti buku diary gambar kartun, buku diary gembok, dan sebagainya. Coba baca kisah-kisah nostalgianya di: Kamu yang Dulu Suka Menulis Diary, Pasti Paham Hal-Hal Unik di Artikel Ini.

Sudah siap untuk menerapkan 6 tips menulis diary? Yuk siapkan buku harian pertamamu!

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *