Nadia K. Putri

Karena semua cerita punya hatinya. Cerita soal di balik layar

Stasiun Kampung Bandan pada 17 Juli 2022, DKI Jakarta. Foto: Nadia K. Putri/nadiakhadijah.com

Street Fotografi Jakarta: Stasiun Kampung Bandan yang Kedua

foto
travel

Berkunjung sekian kalinya ke Stasiun Kampung Bandan membuatku semakin ketagihan melakukan street fotografi Jakarta. Stasiun Kampung Bandan emang beda! 

Awalnya aku diajak teman-teman yang pernah kopdar (kopi darat) di acara Instameet Jakarta pada Juni lalu. Kalau tidak salah sih ada Nuger, Alif, Jeje, Ambar. Kami bertemu kembali di acara hunting photo bareng alias huntbar di Stasiun Jakarta Kota pada 21 Juli 2022. 

Tadinya sih bakalan tidak ikut karena aku bakal sampai sore atau magrib di lokasi. Tiap akhir pekan, kelas-kelas yang kuikuti di Career Class (Instagram @careerclass_id) baru selesai jam 3 sore. Jadinya, aku punya waktu sedikit untuk huntbar, malahan lebih banyak makan waktu di jalan ketimbang hunting foto. 

Setelah janjian di satu titik, di Stasiun Jakarta Kota, ternyata ada perubahan rencana. Mulanya berkumpul di Stasiun Jakarta Kota, teman-teman akan bergerak ke Stasiun Kampung Bandan. Ndilalah, ternyata mereka masih stuck di Stasiun Jakarta Kota. Padahal, aku sudah di Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Kampung Bandan. 

Menunggu KRL berikutnya

Akhirnya aku menunggu KRL berikutnya gara-gara perubahan rencana itu. Aku sempat excited kalau mereka tiba di Stasiun Kampung Bandan, karena tidak perlu tunggu-tungguan dan waktuku di jalan habis terbayarkan.

Namun tidak mengapa sih. Toh dari Stasiun Pasar Senen, aku bisa transit di Stasiun Kampung Bandan agar bisa pindah ke KRL berikutnya dengan tujuan Stasiun Jakarta Kota. Aku baru sadar ternyata Stasiun Kampung Bandan adalah stasiun transit, layaknya Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai. 

Street fotografi Jakarta di stasiun KRL, emang bisa?

Bisa dong! Aku melakukannya saat melakukan perjalanan dengan KRL. Karena aku akan transit di Stasiun Kampung Bandan, kemungkinan besar waktu menunggu KRL berikutnya lebih banyak. 

Benar saja, aku pun foto-foto di Stasiun Kampung Bandan untuk mengusir rasa bosan menunggu. Stasiun transit ini sempat kujadikan list spot street fotografi Jakarta, karena lebih mudah diakses, terjangkau, dan langitnya sering cerah saat mampir ke tempat tersebut. 

Hanya saja, aku menggunakan smartphone untuk nyetreet di sore itu. Kalau pakai kamera DSLR atau mirrorless sih, hmm, jarang deh. 

Jadi, apakah bisa melakukan street fotografi Jakarta di stasiun KRL? Bisa ya teman-teman. 

Baca juga: Nyetreet Sore di Stasiun Kampung Bandan

Apa saja yang dipotret di Stasiun Kampung Bandan? 

Layaknya stasiun KRL pada umumnya, tentu aku memotret kereta yang baru sampai atau baru berangkat. Di Stasiun Kampung Bandan, dengan cepat aku memotret pesawat yang baru melintas. Sayangnya, pesawatnya tampak kecil gara-gara tidak pakai lensa tele. 

Yah namanya juga mobile photography, sebisa mungkin aku sedikit menggunakan lensa tambahan biar makin praktis dan ringan dibawa jalan. Sebenarnya ada sih lensa tambahan seperti lensa wide, lensa tele, dan sebagainya yang bisa ditempel di smartphone. Tapi bakal repot ketika aku memasukkannya ke kantung celana. 

Tidak ketinggalan juga, aku memotret sunset atau pemandangan matahari terbenam dari stasiun. Untungnya langit cerah, tidak mendung, dan udaranya sejuk. Kamu bisa melihat foto-foto lengkapnya di sematan ini ya. 

Kapan lagi ya bisa foto-foto sambil menunggu transit di Stasiun Kampung Bandan? 

4 Comments on “Street Fotografi Jakarta: Stasiun Kampung Bandan yang Kedua”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.