Nadia K. Putri

Karena semua cerita punya hatinya. Cerita soal di balik layar, fotografi dan gaya hidup.

Sekumpulan mahasiswa di taman Kelas Terbuka (Klaster), FIB UI, Depok, Jawa Barat (18/04/2015). Foto: Nadia K. Putri

10 Keuntungan Ngekos Sendiri dan Nyewa Rumah

ulasan

Halo mahasiswi/mahasiswa baru! Bagaimana kabar kelulusan SNMPTN-nya? Semoga berkah ya! Oh iya, sudah menentukan mau nyewa rumah, ngekos sendiri, atau pulang-pergi? Biar nggak bingung, inilah 10 keuntungan ngekos sendiri dan nyewa rumah dekat kampus.

Sebelum masuk pembahasan keuntungan ngekos sendiri. Saya juga pernah merasakan bingungnya memilih tempat tinggal, mau sewa kost, sewa rumah, atau pulang pergi. Mungkin karena senang lolos SIMAK UI 2013 lalu, jadinya nggak kepikiran mau ngekos atau nggak.

Oh iya, timeline pengumuman SNMPTN dan SIMAK UI 2013 lalu memang berbeda jauh dengan tahun ini. Waktu itu kepikiran gini, kalau kuliah, berarti semuanya serba mandiri dong?

Di satu sisi, ingin merdeka dan bebas juga, ya nggak? Nggak harus ngumpet-ngumpet kalau pulang kemalaman karena nugas, rapat, atau ngumpul bareng. Kalau dipikir-pikir, kenapa nggak sewa kost saja ya?

Pahit-pahit kalau masih ragu ngekos sendiri, kamu bisa tinggal bareng teman dengan sewa rumah dekat kampus. Di sekitaran Margonda dan Kukusan, banyak sewa rumah harga terjangkau. Lumayan bisa bayar patungan tanpa mengorbankan biaya lainnya.

Selama hampir 6 tahun kuliah, inilah 10 keuntungan ngekos sendiri atau sewa rumah. Bagaimana sih rasanya?

1. Lebih hemat

Lokasi rumah saya ke kampus cukup jauh, sekitar 1-2 jam kalau naik KRL. Apalagi kalau dari rumah naik motor ke stasiun. Coba hitung, habis apa saja? Bensin, iya. Uang parkir di stasiun atau penitipan, iya. Ditambah waktu, makin-makin deh!

Nah, dengan sewa kost atau sewa rumah dekat kampus, kamu nggak perlu menghabiskan waktu dan biaya. Paling mentok di biaya ojek online dari tempat kos ke fakultas.

Ditambah lagi bisa hemat biaya makan selama sebulan. Syukur-syukur kalau ada dapur dan penanak nasi (rice cooker). Kamu tinggal beli lauk-pauk di warteg. Atau, mampir ke warung sayur dan pasar untuk beli kebutuhan dapur.

2. Lebih cepat sampai kampus

Seorang pejalan kaki melintasi booth iklan telepon seluler di peron Stasiun UI, Depok, Jawa Barat (26/10/2019). Waktu itu, saya memotret saat pulang kuliah menuju rumah. Memang sudah nggak ngekos lagi sih. Jadinya harus cepat-cepat pulang. Beda saat ngekos, bisa rebahan dulu, baru pergi lagi. Foto: Nadia K. Putri
Seorang pejalan kaki melintasi booth iklan telepon seluler di peron Stasiun UI, Depok, Jawa Barat (26/10/2019). Waktu itu, saya memotret saat pulang kuliah menuju rumah. Memang sudah nggak ngekos lagi sih. Jadinya harus cepat-cepat pulang. Beda saat ngekos, bisa rebahan dulu, baru pergi lagi. Foto: Nadia K. Putri

Lokasi tempat sewa kost atau sewa rumah dekat kampus, bikin kamu lebih cepat sampai. Kamu nggak lagi desak-desakan naik KRL, menunggu transit di stasiun atau halte bus, macet di jalan, dan sebagainya.

Tapi, bukan berarti kamu bisa berangkat mepet. Kadang-kadang nih, pintu masuk Gerbatama, Kukusan Kelurahan (Kukel), Kukusan Teknik (Kutek) itu suka macet. Amit-amit telat deh.

3. Leluasa pergi rapat, nugas, dan nongkrong

Sekumpulan mahasiswa di taman Kelas Terbuka (Klaster), FIB UI, Depok, Jawa Barat (18/04/2015). Waktu itu, saya memotret mereka sore-sore sebelum rapat organisasi berlangsung. Foto: Nadia K. Putri
Sekumpulan mahasiswa di taman Kelas Terbuka (Klaster), FIB UI, Depok, Jawa Barat (18/04/2015). Waktu itu, saya memotret mereka sore-sore sebelum rapat organisasi berlangsung. Foto: Nadia K. Putri

Keuntungan ngekos sendiri atau sewa rumah dekat kampus justru membuatmu leluasa pergi rapat, nugas, dan nongkrong. Bahkan, ada sewa kost dengan jam malam pukul 11 demi fleksibilitas kamu lho! Kalau kamu sewa rumah, mungkin lebih lama lagi.

Nggak ada lagi ceritanya terhambat pulang karena rumah jauh, jadwal KRL terakhir sampai jam 10-11 malam, atau lainnya.

Tapi lagi nih, kamu mesti pandai-pandai mengatur waktu supaya nggak tumbang. Repot kan, sudah ngekos sendiri atau tinggal bareng teman di rumah sewa, eh malah tipus. Sayang banget jatah absen habis karena sakit.

Kamu juga mesti pintar pilah-pilah orang dan pergaulan biar tetap waras. Capek juga kan kalau berada di lingkungan beracun dan membuat kamu mengorbankan semuanya?

4. Bebas pulang kapan saja

Kamu bebas pulang kapan saja, asal tahu batas jam malamnya. Batas jam malam bukan untuk membatasi kamu, tetapi memudahkan kamu menjadwalkan waktu.

Jadi, badan bisa istirahat dan punya waktu buat diri sendiri. Perasaan burn out atau lelah lahir-batin bakal lebih berkurang.

5. Merdeka solo travelling

Saya sering banget motoran sendiri setelah pulang kuliah. Kadang bisa nyasar sampai Jakarta. Karena waktu itu belum ngeh manfaat Google Maps, akhirnya pulang karena merasa parno.

Mungkin ini opsi masing-masing. Keuntungan ngekos sendiri atau sewa rumah bareng teman itu bisa merdeka buat solo travelling. Kamu bisa kenal Depok lebih dalam sampai ke pelosok-pelosoknya.

Paling seru kalau ada outing, retreat, atau jelajah alam yang diadakan organisasi fakultas. Jadi sekalian travelling tanpa bolak-balik ke rumah.

Apalagi travelling seperti ini: 3 Tempat Wisata Kuliner versi Anak Kosan Purwokerto

6. Bebas dekor kamar

Dekorasi meja belajar di kamar sewa kos Nadia, Kukusan Kelurahan, Depok, Jawa Barat (7/4/2018). Kebetulan saat itu saya mengerjakan draf blog dan kamar berantakan banget. Foto: Nadia K. Putri
Dekorasi meja belajar di kamar sewa kos Nadia, Kukusan Kelurahan, Depok, Jawa Barat (7/4/2018). Kebetulan saat itu saya mengerjakan draf blog dan kamar berantakan banget. Foto: Nadia K. Putri

Keuntungan ngekos sendiri atau sewa rumah, kamu bebas dekor kamar. Mau tempel wallpaper, pasang TV, atau lainnya bebas. Asal kamar tetap tertata dan bebas kecoa atau tikus ya!

7. Punya ruang privasi

Kalau sewa kost sendiri, kamu lebih merasa punya privasi. Berbeda kalau sewa rumah bareng teman-teman. Apalagi sekamar bareng, mungkin tidak leluasa privasinya.

Di kamar kost, kamu bebas malas mandi (ahay), ngomel, atau santai kamar berantakan. Pokoknya privasi banget deh!

8. Lebih mandiri

Nah, keuntungan ngekos sendiri jadi lebih mandiri. Haus? Beli galon sendiri. Lapar? Pesan makanan lewat delivery atau mampir ke warteg. Kamar mandi bau dan mulai berjamur? Ya bersihkan sendiri dong!

Berbeda kalau tinggal di rumah sewa. Mungkin bakal bagi tugas bareng dan potensi malas-malasan atau saling menyuruh lebih besar.

Secara langsung, tinggal sendiri membuatmu sering memastikan keamanan logistik dan logika. Begitu uang masuk, langsung alokasikan ke kebutuhan ya!

9. Belajar hidup minimalis

Selama 6 tahun ngekos sendiri, ternyata beruntung banget bisa belajar hidup minimalis. Itu lho, hidup dengan memanfaatkan barang yang ada tanpa merasa kurang atau lebih. Jadi, saya hanya memanfaatkan barang-barang yang ada di tempat sewa kost. Inilah keuntugan ngekos sendiri.

Sebelum memutuskan sewa kost atau sewa rumah, pastikan dulu barang yang mau dibawa. Bawalah yang utama. Misalnya pakaian, buku, perabot, aneka pembersih badan dan kamar, dan sebagainya. Sehingga, kamar tetap terasa lapang dan mudah dibersihkan.

10. Santai kalau berantakan

Ini keuntungan ngekos sendiri yang hanya dipahami anak kos bertahun-tahun: santai kalau berantakan. Mungkin kalau kamu sewa rumah bareng teman, belum tentu ada yang mau toleransi sih.

Apalagi keuntungan ngekos sendiri dan sewa rumah versimu?

Itulah 10 keuntungan ngekos sendiri dan sewa rumah. Mau sewa kost atau sewa rumah dekat kampus? Apa pun pilihannya, pastikan kamu dapat persetujuan orang tua dan siap merantau ya! Yuk cari info sewa kost dan sewa rumah di situs https://www.tempat-kost.com dan https://www.sewa-rumah.net.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *